Ini Adalah Unhas Tahun 2020

KATACARA, MAKASSAR– Universitas Hasanuddin tetap menjadikan indikator akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) maupun Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPT-Kes) sebagai ukuran budaya mutu dalam proses akademik. Apalagi hal ini tertuang dalam kontrak kinerja Unhas sebagai PTN Badan Hukum, yang mensyaratkan minimal 80% program studi pada jenjang S1 terakreditasi A.

Tahun 2020 diwarnai dengan situasi pandemi Covid-19 yang diumumkan secara global pada tanggal 11 Maret 2020. Sebelum masa pandemi, Unhas telah mengajukan beberapa program studi untuk proses akreditasi, baik akreditasi baru maupun re-akreditasi, baik kepada BAN-PT maupun LAMPT-Kes.

Direktur Komunikasi Unhas, Ir. Suharman Hamzah, Ph.D, menyebutkan bahwa pada tahun 2020, Unhas mengajukan sebanyak 42 program studi untuk mengikuti proses akreditasi nasional. Semuanya telah melalui proses visitasi dan telah memperoleh hasil akreditasi.

“Pelaksanaan asesemen lapangan oleh BAN-PT dan LAMPT-Kes telah dilakukan, namun sebagian besar dengan metode daring. Terdapat 15 prodi baru yang mengajukan akreditasi pertama kali, 13 prodi mengajukan peningkatan status akreditasi dan 14 prodi mengajukan perpanjangan,” kata Suharman.

Dari hasil asesmen lapangan yang dilakukan oleh BAN-PT maupun oleh LAMPT-Kes, maka sepanjangan tahun 2020, capaian hasil penilaian akreditasi nasional dari jumlah yang diajukan adalah Akreditasi A sebanyak 18 prodi, akreditasi B sebanyak 14 prodi, dan akreditasi minimum (pertama kali) sebanyak 10 prodi.

Suharman menambahkan bahwa pada tahun 2020 ini juga sebanyak dua prodi Unhas telah memperoleh konversi akreditasi unggul, yaitu Prodi Matematika (Fakultas MIPA) dan Prodi Budidaya Perairan (FIKP).

“Dengan demikian, dari 162 program studi yang ada di Unhas untuk seluruh jenjang, sebanyak 109 prodi atau 67.3% diantaranya telah terakreditasi A. Sementara khusus untuk jenjang sarjana, dari 61 prodi S1 di Unhas, sebanyak 53 prodi atau 86.88% telah terakreditasi A,” kata Suharman.

Unhas termasuk peringkat 7 perguruan tinggi dengan jumlah Akreditasi A/Unggul terbanyak, dan peringkat 10 perguruan tinggi dengan prosentase prodi terakreditasi A/Unggul.

Capaian akreditasi ini merupakan proses berkelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya, dimana Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) merupakan unit yang diserahi mandat mengawal proses akreditasi pada setiap program studi di Unhas.

Ketua LPMPP Unhas, Dr. Ir. Budi Prastawa, M.Sc menjelaskan bahwa secara umum upaya memastikan budaya mutu melalui akreditasi di lingkungan Unhas tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya.

“LPMPP melakukan pendekatan yang tidak berbeda, mulai dari pendampingan, pemetaan status masing-masing prodi, hingga memfasilitasi prodi-prodi yang membutuhkan dukungan khusus,” kata Budi.

Pada masa awal pandemi, seluruh jadwal asesmen lapangan mengalami penundaan. Namun ternyata dapat diselesaikan sebelum tahun ini berakhir.

Prodi Unhas Divisitasi untuk Akreditasi Nasional Tahun 2020 (Total 42 Prodi)

  • Jenjang S1 : 14 prodi
  • Jenjang S2 : 10 prodi
  • Jenjang S3 : 11 prodi
  • Jenjang Profesi : 3 prodi
  • Jenjang Spesialis : 4 prodi

Hasil Akreditasi A (Jumlah 18 Prodi)

  • Jenjang S1: sebanyak 9 prodi (mempertahankan A: 8; naik dari B ke A: 1 prodi)
  • Jenjang S2: sebanyak 4 prodi (naik dari B ke A: 4 prodi)
  • Jenjang S3: sebanyak 4 prodi (mempertahankan A: 1 prodi; naik dari B ke A: 3 prodi)
  • Jenjang Spesialis: sebanyak 1 prodi (naik dari B ke A)

*Hasil Akreditasi B (Jumlah 14 Prodi):

  • Jenjang S1 sebanyak 4 prodi (perpanjangan B)
  • Jenjang S2 sebanyak 3 prodi (dari minimum ke B: 1 prodi, perpanjangan B: 2 prodi)
  • Jenjang S3 sebanyak 2 prodi (dari minimum ke B: 1 prodi, perpanjangan B: 1 prodi)
  • Jenjang Profesi sebanyak 2 prodi (dari minimum ke B: 1 prodi, perpanjangan B: 1 prodi)
  • Jenjang Spesialis sebanyak 3 prodi (dari minimum ke B)

Hasil Akreditasi Minimum/Prodi Baru (Jumlah 10 prodi), akreditasi “Baik”:

  • Jenjang S1: 1 prodi,
  • Jenjang S2: 3 prodi,
  • Jenjang S3: 5 prodi,
  • Jenjang Profesi: 1 prodi.

Akreditasi Prodi per Jenjang Pendidikan di Unhas, Tahun 2020

  • Jenjang S1: Akreditasi A: 86,88%, Akreditasi B: 11,47%
  • Jenjang S2: Akreditasi A: 55,76%, Akreditasi B: 36,54%
  • Jenjang S3: Akreditasi A: 42,11%, Akreditasi B: 31,58%
  • Jenjang Profesi: Akreditasi A: 37,50%, Akreditasi B: 50,00%
  • Jenjang Spesialis: Akreditasi A: 76,19%, Akreditasi B: 23,81%

Rekapitulasi Keseluruhan Prodi

Akreditasi A: 67,70%
Akreditasi B: 25,47%

Kaleidoskop Unhas Tahun 2020 (Bagian 2: Akreditasi Internasional)

Akreditasi merupakan pengakuan pengakuan mutu dari pihak eksternal tentang input, proses, output, outcomes, dan sistem/manajemen mutu pendidikan di suatu program studi/institusi pendidikan tinggi. Akreditasi internasional didasarkan pada kriteria yang menjadi tolok ukur dimensi mutu dan telah disepakati pada tingkat internasional.

Pada akreditasi internasional ini, evaluasi dilakukan oleh asesor independen yang sesuai bidang keahliannya dan yang berasal dari berbagai negara. Evaluasi ini sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia agar dapat memperoleh benchmark sesuai standar mutu internasional.

Sepanjang tahun 2020, Universitas Hasanuddin mempersiapkan 12 program studi pada jenjang Starat Satu (S1) untuk mengikuti akreditasi internasional, masing-masing 8 prodi dipersiapkan mengikuti sertifikasi AUN-QA (Asean University Network-Quality Assurance), dan 4 prodi untuk akreditasi ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik).

AUN-QA merupakan bagian dari jejaring perguruan tinggi di Asia Tenggara serta beberapa perguruan tinggi di luar ASEAN. Sementara ASIIN merupakan Lembaga Akreditasi Eropa berkedudukan di Jerman khusus untuk program studi Teknik, Informatika/Komputer, Ilmu Alam, dan Matematika.

Direktur Komunikasi Unhas, Ir. Suharman Hamzah, Ph.D menjelaskan bahwa proses sertifikasi AUN-QA dipersiapkan untuk dua tahap, yaitu Batch-6 dan Batch-7.

“Kita telah menerima visitasi dari tim asesor AUN-QA pada Januari 2020 untuk Batch-6 yang mengases empat prodi, yaitu Akuntansi, Sastra Inggris, Agroteknologi, dan Ilmu Gizi. Sementara untuk Batch-7, yaitu Ilmu Politik, Ilmu Administrasi Negara, Sastra Arab, dan Manajemen Sumber Daya Perairan, visitasi dilakukan pada tahun 2021. Penundaan ini terjadi akibat situasi pandemi,” kata Suharman.

Visitasi AUN-QA Batch-6 terhadap Prodi Akuntansi (FEB), Sastra Inggris (FIB), Agroteknologi (Fakultas Pertanian), dan Ilmu Gizi (FKM) berlangsung pada tanggal 7-9 Januari 2020. Asesor yang hadir pada visitasi tersebut sebanyak 8 orang yang berasal dari Thailand (2 orang), Malaysia (2 orang), Philipina (2 orang), Vietnam (2 orang). Selian itu dihadiri pula oleh AUN Executive officer dan 2 staf AUN-QA.

Hasil visitasi untuk 4 prodi tersebut yang diumumkan di Bangkok tanggal 9 Februari 2020 setelah melalui Meeting internal AUN-QA. Keempat prodi tersebut dinyatakan memenuhi kriteria standarisasi AUN-QA.

“Penundaan visitasi juga terjadi pada proses akreditasi oleh ASIIN, yang sedianya direncanakan pada April 2020 ditunda menjadi April 2021. Empat prodi yang telah dipersiapkan adalah Prodi Teknik Mesin dan Prodi Teknik Perkapan di Fakultas Teknik, serta Prodi Matematika dan Prodi Geofisika di Fakultas MIPA,” kata Suharman.

Pada tanggal 27 Agustus 2020, Unhas menerima pemberitahuan dari ABET (Accrediation Board for Engineering and Technology) yang berkedudukan di Amerika Serikat. Hasil visitasi yang dilakukan asesor ABET pada tahun sebelumnya (Oktober 2019) terhadap Prodi Teknik Sipil dan Prodi Teknik Elektro dinyatakan kedua prodi ini memenuhi persyaratan akreditasi ABET.

Dengan demikian, pada tahun 2020 terdapat tambahan 6 program studi di Unhas yang memenuh standarisasi dan akreditasi internasional, yaitu masing-masing 4 program studi oleh AUN-QA, dan 2 program studi oleh ABET. Dengan capaian ini, maka jumlah prodi di Unhas yang terakreditasi/tersertifikasi internasional mencapai 29 program studi atau 48.33% dari seluruh program studi S1.

Rekapitulasi Prodi S1 Unhas Terakreditasi/Tersertifikasi Internasional

  • AUN-QA : 21 program studi
  • ASIIN : 4 program studi
  • ABET : 2 program studi
  • ABEST-21: 2 program studi

Jumlah Prodi S1 Terakreditasi/Tersertifikasi Internasional per Fakultas

  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis: 4 prodi
  • Fakultas Hukum: 1 prodi
  • Fakultas Kedokteran: 1 prodi
  • Fakultas Teknik : 5 prodi
  • Fakultas ISIPOL: 2 prodi
  • Fakultas Ilmu Budaya: 2 prodi
  • Fakultas Pertanian: 4 prodi
  • Fakultas MIPA: 1 prodi
  • Fakultas Peternakan: 1 prodi
  • Fakultas Kedokteran Gigi: 1 prodi
  • Fakultas Kesehatan Masyarakat: 2 prodi
  • Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan: 2 prodi
  • Fakultas Kehutanan: 1 prodi
  • Fakultas Farmasi: 1 prodi
  • Fakultas Keperawatan: 1 prodi

Dengan jumlah 29 prodi terakreditasi/tersertifikasi internasional tersebut, Unhas menempati peringkat 5 nasional perguruan tinggi terbanyak memiliki prodi yang terakreditasi/tersertifikasi internasional.(*/ir)

6 tanggapan pada “Ini Adalah Unhas Tahun 2020”

  1. One-on-one support from certified medical experts cialis coupon There was no impairment of fertility in rats given sildenafil up to 60 mg kg day for 36 days to females and 102 days to males, a dose producing an AUC value of more than 25 times the human male AUC

  2. order priligy Tags ed medication, active ingredient in cialis, cialis tadalafil, ingredients in cialis, viagra sildenafil, treating erectile dysfunction, buy cialis online, generic tadalafil, treat erectile dysfunction ed, premature ejaculation, safety information, cialis work, high blood pressure, medical condition, cialis super, side effects, cialis and its generic, super active, maintain an erection, ed treatments

Tinggalkan Balasan