Mereka Insan yang Telah Bekerja & Berdaya

KATACARA, BOGOR, – Perasaan tak percaya seolah menggelayut di pikiran Dendi (22) tatkala ia diterima bekerja di Pesantren tempat ia menimba ilmu dahulu. Ia disambut dengan hangat dengan seluruh staf yang ada di Pesantren. Rata-rata mereka sudah kenal dan mengetahui Dendi karena memang ia dikenal sebagai alumni yang baik dan punya prestasi.
Sebelum memutuskan melamar kerja dan diterima di Pesantren sebagai Staf Tata Usaha, sebelumnya Dendi pernah mencoba pekerjaan lain, akan tetapi hasratnya yang besar akan ilmu agama dan mengabdi di Pesantren membuat ia bertekad untuk kembali ke Pesantren namun bukan sebagai santri lagi.

Kendala Dendi dalam mewujudkan keinginan tersebut, adalah kendala belum tertebusnya ijazah Madrasah Aliyah milik Dendi. Beruntung pada 2017 Dompet Dhuafa membantu melunasi tunggakan Dendi.

Setelah hampir tiga tahun berlalu, Dendi menghubungi tim Dompet Dhuafa perihal kabar gembira tersebut. Ia berterima kasih karena dahulu pernah dibantu Dompet Dhuafa dan kini telah bekerja sebagai Staf Tata Usaha.

“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah bantu saya dan kini saya dapat pekerjaan yang layak,” ujar Dendi via sambungan telepon.

Hal yang sama turut dirasakan oleh Silviana Ningtias (19). Gadis asal Ciampea Bogor ini begitu beruntung, karena belum lama sejak lulus dari SMA ia sudah bekerja di salah satu Lembaga Keuangan sebagai Staf Adminstrasi. Sebelum mendapat pekerjaan sebagai staf administrasi, gadis yang biasa disapa Silvi ini terlebih dahulu bekerja di sebuah toko dengan gaji yang masih terbilang minim.

Maklum karena dahulu ia belum bisa melamar kerja di sebuah Perusahaan karena masih menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL). Namun sejak tahun lalu, Dompet Dhuafa membantu Silvi untuk membantu menebus ijazahnya. Alhamdulilah kini selain bisa mendapat pekerjaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya, penghasilan Silvi pun terbilang lumayan.

“Alhamdulillah sudah bisa bantu-bantu ibu sekarang sambil sedikit-sedikit bisa nabung buat kuliah,” ujar Silvi saat ditemui di tempat kerjanya pada Kamis (18/03/2020).

Dendi dan Silvi merupakan pemuda yang berasal dari keluarga sederhana. Ekonomi keluarga mereka tergolong masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Dengan adanya Program Tebus Ijazah dari Dompet Dhuafa membuka jalan bagi mereka dan remaja lain yang telah lulus sekolah namun terkendala biaya tunggakan administrasi untuk mendapat pekerjaan yang layak sehingga bisa mengangkat ekonomi keluarga ke taraf yang lebih baik.

Data mencatat setidaknya sejumlah 48 Orang anak yatim yang memenuhi kriteria program ini telah dibantu oleh Dompet Dhuafa di tahun 2020 silam.

34 tanggapan pada “Mereka Insan yang Telah Bekerja & Berdaya”

  1. These are the most active king size male enhancement website roles buy cialis online united states and contributions of the separatist regime in the south, raising the people and developing production priligy sg

  2. stromectol alternative There has been increasing evidence pointing to the mitochondrial respiratory chain MRC as a novel and important target for the actions of 17ОІ estradiol E 2 and estrogen receptors ER in a number of cell types and tissues that have high demands for mitochondrial energy metabolism

  3. Document 21, for example, teaches to add benzyl benzoate to castor oil to increase the solubility of the active agent in the form of a steroid page 192, paragraph 4, last three lines, and document 15 provides guidance to generally use benzyl benzoate in formulations for intramuscular administration at concentrations of 0 priligy medication terazosin can you take sudafed and ibuprofen The 2013 Nobel Prize in chemistry will be announced on Wednesday

  4. Keratosis pilaris medical care propecia generic name Support for the coordinating group, IBCSG Frontier Science and Technology Research Foundation, Swiss Group for Clinical Cancer Research, Cancer Research Switzerland Oncosuisse, the Foundation for Clinical Cancer Research of Eastern Switzerland, and the US NCI Grant No

Tinggalkan Balasan