Video viral tersebut, kenang Gray, diambil saat ia sedang mengikuti pelatihan karakter sebagai bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru (Ospek/Welcoming Days) di Universitas Esa Unggul. Sebagai orang berlatar belakang sebagai pengusaha di bidang biro travel dalam dan luar negeri, pembawaan Gray yang supel membuatnya aktif di setiap kegiatan yang diikutinya.
Termasuk ketika ada sesi berbagi cerita dengan panitia maupun berjoget, Gray juga cukup aktif. Tak sungkan dengan rekan-rekan yang lebih muda darinya.
“Jadi saya ketika diajak joget, ya joget aja. Saat diminta pakai outfit yang unik untuk joget, kebetulan di halaman rumah saya ada caping yang biasa saya pakai untuk berkebun. Ditambah dengan kacamata hitam. Asyik saja,” kenang Gray.
Kisah dari sesi berbagi dengan panitia itulah, yang kemudian ditangkap rekan-rekan sejawatnya di kampus sebagai cerita inspiratif dan viral. Salah satunya, adalah kisah bahwa telah lama ia memimpikan untuk berkuliah.
“Saya dulu sebetulnya sudah proses untuk berkuliah di Sastra Jepang. Tapi karena memang kondisi pada saat itu, ayah saya meninggal, dan adik saya tiga masih perlu sekolah. Saya sebagai anak pertama yang lulus SMK jurusan pariwisata, akhirnya harus bekerja dulu. Bahkan saya tidak bisa datang wisuda SMK saya karena harus cari uang untuk hidup keluarga,” lanjut Gray atas kejadian di tahun 1983 tersebut.
Mewujudkan Mimpi Lama untuk Kuliah
Nyaris 40 tahun berselang, Gray bersyukur sudah mendapatkan berkah yang luar biasa dalam hidup: pekerjaan yang mapan, adik yang sudah sukses dan berkeluarga, bahkan ketiga anaknya sendiripun sudah relatif sukses.
Ditambah dengan aktivitas biro travel yang rehat sejenak akibat Pandemi COVID-19, Gray kemudian tergugah untuk menggapai mimpi lamanya: berkuliah.
- Mahasiswa UPER Rancang Teknologi Pakan Cerdas Untuk Budidaya IkanKatacara, jakarta — Di Indonesia, ikan lele merupakan salah satu sumber pangan yang telah mengakar kuat dalam konsumsi sehari-hari masyarakat, mulai dari warung makan skala kecil hingga rumah tangga. Tingginya tingkat konsumsi ini sejalan dengan kinerja sektor budidaya, di mana…
- Pakar UPER Soroti Tantangan Logistik Bencana di SumateraKatacara, Jakarta — Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November lalu masih menyisakan berbagai kekhawatiran, terutama terkait penanganan bencana dan pemulihan pascakejadian. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 16 Desember 2025 mencatat sebanyak…
- Patra Jasa Sepakati Kerja Sama Keberlanjutan Bersama Universitas PertaminaKatacara, Jakarta– PT Patra Jasa memperkuat agenda keberlanjutan perusahaan dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Universitas Pertamina (UPER). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara dunia industri dan akademisi guna mendorong pengembangan riset terapan dan implementasi program…
- Inovasi Riset Nanotheranostics Penanganan Kanker Payudara, Mahasiswa Unhas Raih Juara 1 NasionalMakassar-Katacara– Inovasi riset ini memanfaatkan bahan dari tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar kita untuk pengobatan kanker payudara. Prof. Ruslin: “Riset mahasiswa Unhas semakin visioner,”_ Upaya pengembangan riset mahasiswa Universitas Hasanuddin kembali menorehkan capaian yang membanggakan di panggung nasional. Pada Lomba…
- Inovasi Mahasiswa UPER, Kini Pengguna Transportasi Umum Bisa Cek Otomatis Lewat SanPay Karya Katacara, Jakarta — Di tengah kebutuhan publik akan alat pemantau emisi yang praktis, mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) mengembangkan kartu pembayaran yang mampu menghitung jejak karbon setiap transaksi secara instan. Inovasi ini menjadi semakin relevan mengingat temuan United Nations (2023) yang…
“Bisnis saya cukup lancar, bahkan ketika COVID kami tetap bertahan walaupun pemasukan di bidang travel jelas menurun drastis. Karena anugerah yang luar biasa ini, saya kemudian teringat atas impian yang sudah lama saya idam-idamkan dalam hidup, yaitu berkuliah,” lanjut Gray yang kini juga menjabat sebagai Ketua Penasihat Indonesia Tour Leaders Association (Asosiasi Biro Wisata Indonesia)
Gray memilih kampusnya yang sekarang, karena lokasi yang cukup dekat, ada kelas karyawan, dan pelaksanaannya cukup fleksibel secara online. Dibukanya jurusan komunikasi pemasaran yang sesuai dengan bidang pekerjaan Gray saat ini, juga menambah keyakinan Gray untuk berkuliah.
“Keponakan saya juga sedang berkuliah disana. Tidak ada keraguan sama sekali saat mendaftar. Justru saya berpikir, andai sejak awal COVID saya sudah kuliah, wah sudah semester empat ini,” imbuh Gray.
Menyesuaikan diri untuk belajar kembali di usia kepala lima, diakui Gray tidak mudah. Ia perlu mempelajari kembali Sistem Akademik dan Sistem Pembelajaran Sevima yang digunakan di kampus. Bahkan, Gray perlu belanja buku untuk mengejar pengetahuan terbaru.
“Jadi saya sampai belanja dulu buku-buku dasar komunikasi, dan belajar sistem pembelajaran online. Ternyata dengan fokus dan semangat, semuanya bisa saya kuasai dengan mudah. Target saya, bisa lulus sarjana di usia 61 dan Magister di usia 63,” lanjut Gray.
Atas pencapaian tersebut, Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Arief Kusuma mengungkapkan bahwa semangat belajar Gray bisa menjadi inspirasi generasi muda untuk tak pernah lelah menuntut ilmu. Terlebih, berkuliah sembari beraktivitas sebagai profesional bukanlah perjuangan yang mudah.
“Profesional bekerja pagi sampai sore, lalu berkuliah selama kurang lebih lima jam, selama empat tahun jenjang sarjana. Itu bukan sesuatu yang mudah. Harus siap tenaga dan mental. Tapi dengan kehadiran Gray Zain dan para profesional, kami sendiripun sebagai dosen juga banyak belajar dari pengalaman dan perjuangan mereka,” pungkas Rektor.
